Amerika Serikat terkenal sebagai negara maju. Penguasa ilmu pengetahuan dan teknologi terkemuk
a di dunia. Negara super power yang mampu mengekspor produk-produk industri. Tapi sekaligus mampu menarik para wisatawan untuk mengagumi keindahan alam yang terpelihara. Sebagai negara industri terbesar di muka bumi, yang identik dengan kerusakan lingkungan, limbah dan polusi, AS dapat mengimbangiya dengan memelihara sumber daya alam dan konservasi kawasan-kawasan lindung.
Di berbagai negara bagian AS, terdapat beberapa taman nasional. Kawasan yang dilindungi UU, namun terbuka untuk dikunjungi para wisatawan domestik atau mancanegara. Ketika berada di tengah keindahan taman-taman nasional itu, para pengunjung benar-benar dapat menikmati kedamaian dan ketenangan. Lupa sama sekali terhadap kondisi AS yang ingar-bingar dengan kota-kota metropolitan. Lupa terhadap sikap AS yang dianggap arogan. Suka menyerang negara-negara lain, seperti Afganistan dan Irak, serta bertindak seperti "polisi dunia".
Di tengah keheningan dan kebeningan langit, hutan, air, dan cuaca taman-taman nasional, AS benar-benar menampakkan diri sebagai negara yang patut dikagumi umat manusia.
Beberapa taman nasional terkenal di AS yang sempat ditelusuri, mulai dari arah barat, adalah Yosemith National Park di Arizona. Terkenal dengan lembahnya yang luas dan menawan. Para wisatawan dapat berkendaraan mengelilingi dasar lembah, yang terdiri dari lapisan batu granit, diselingi air terjun dan menara-menara karang tinggi lancip. Tidak jauh dari Taman Nasional Yosemith, terhampar Danau Mammoth yang luas dan berair jernih. Pasangan obyek wisata yang amat serasi.
Dari California melintas ke Arizona. Taman Nasional Grand Canyon merupakan tujuan utama. Kawasan yang sering dijadikan latar belakang film-film koboi tempo dulu. Hamparan batu karang mirip karpet warna-warni. Sebagian rata, sebagian merupakan tonjolan-tonjolan acak. Namun tampak harmonis. Apalagi dipandang dari South Rim, sebuah tempat perhentian khusus untuk menikmati panorama unik dan menarik hiasan batu karang Grand Canyon.
Dari Poenix, ibu kota Arizona di selatan, menuju Grand Canyon di utara, para wisatawan dapat menikmati pemandangan sepanjang jalan. Antara padang kaktus raksasa Saguaro, Istana Montezuma (pemimpin Indian Mexico yang dibantai pasukan Spanyol abad 17), lembah dahan oak di kota Sedona, dan puncaknya Grand Canyon tadi. Lembah batu karang penuh warna yang di tengahnya mengalir lembut Sungai Colorado.
Di sebelah utara Taman Nasional Grand Canyon, di negara bagian Utah, paling banyak terdapat taman
nasional. Antara lain Taman Nasional Zion, yang berdekatan dengan Taman Nasional Bryce Canyon, Taman Nasional Capitol, Taman Nasional Arches, dan Danau Powell. Juga kawasan wisata lain, seperti Monumen Nasional Escalante. Kota-kota dan tempat di negara bagian ini, erat kaitannya dengan sejarah Brigham Young, pencetus ajaran agama baru, sempalan agama Nasrani. Rumah musim dingin Brigham Young terletak di lingkungan Taman Nasional Zion, dinamakan St. George.
Di Taman Nasional Capitol Reef, menjulang pegunungan Henry. Salah satu pegunungan yang dianggap suci oleh Indian Navajo dan Anasazi. Di bagian lembah pegunungan itu, terbentang Danau Powell yang sangat menarik untuk dijadikan tempat pesiar menggunakan perahu.
Sedangkan Taman Nasional Arches lebih banyak didominasi gundukan batu-batu besar. Kumpulan batu berwarna hitam dan abu-abu terbesar dan terbanyak di dunia, barangkali. Berbeda dengan Bryce Canyon yang warna batu-batunya merah atau jingga, membentuk jajaran mirip pohon, tiang, lorong, yang luas dan panjangnya tak terkira. Para koboi tempo dulu menyebut Bryce Canyon sebagai "Neraka Penelan Sapi". Sebab sapi yang tersesat ke sini, tak diharapkan dapat diketemukan lagi dalam keadaan hidup dan utuh.
Melaju terus ke utara, ke negara bagian Wyoming. Tama
n Nasional Yellowstone telah menunggu, sebuah lokasi yang menawarkan panorama geyser, di lembah pegunungan Grand Teton yang megah. Ke sebelah utara lagi, Montana, yang berbatasan dengan Kanada, terdapat Taman Nasional Glacier yang memiliki berbagai macam keunikan tersendiri dibanding taman-taman nasional lainnya.
Di Pensiylvania, terdapat cagar budaya kaum Amish, yaitu orang-orang Yahudi Ortodoks yang mempertahankan tradisi leluhur mereka sejak berimigrasi ke AS, hingga abad milenium ini. Letaknya tidak jauh dari kota metropolitan Lancaster. Kaum Amish ini, dapat dibandingkan dengan orang Baduy di Banten, atau orang Tengger di Jawa Timur. Kehidupan dan adat istiadat mereka yang "bertentangan" dengan dunia moderen Amerika, mendapat perlindungan ketat dari pemerintah AS. Sehingga hak-hak mereka atas tanah adat dan ulayat dan kebiasaan hidup sehari-hari tak pernah terganggu.
Tentu saja kita tak dapat melewatkan air terjun Niagara, yang sebagian berada di negara bagian New York, sebagian lagi di Ontario, Ka
nada. Air terjun terbesar di dunia itu, merupakan tumpahan air Sungai St. Lawrence. Kawasan sekeliling air terjun, baik yang ada di New York, AS, maupun Kanada, merupakan taman nasional dan kawasan lindung yang terjaga ketat keaslian habitatnya. Tempat ini tidak pernah berubah, walaupun setiap hari disesaki ribuan pengunjung. Ini karena pengawasannya sangat ketat di samping kesadaran wisatawan cukup tinggi. Mereka tidak pernah iseng mengganggu kondisi asli Niagara, selain menikmati keindahan air terjun dan panorama di sekitarnya.
AS sebagai negara industri kelas satu, mampu melestarikan alam dan lingkungannya. Benar-benar patut dicontoh. (H.Usep Romli H.M.)
Thursday, July 26, 2007
Taman-taman Nasional, Wisata Andalan AS
Sumber: Pikiran Rakyat, Sabtu, 4 September 2004.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 Comments:
Post a Comment