WEIMAR – Di kota tua nan cantik inilah Republik Jerman yang pertama berdiri, setelah kejatuhan sistem monarki (kerajaan). Tak aneh bila nama kota ini diabadikan sebagai Republik Weimar, tempat konstitusi Jerman dirancang dan disetujui pada tahun 1919. Kota tua ini terletak tak jauh dari Erfurt, ibu kota Negara Bagian Thuringen. Kota di bekas wilayah Republik Demokrat Jerman (Jerman Timur) ini menjadi tempat kelahiran filsuf dan budayawan Johann Wolfgang von Goethe (1749-1832).
www.htwk-leipzig.deRumah penyair terkemuka Jerman Goethe dijadikan museum di kota Weimar, Jerman.
Memang dalam kurun waktu itu, sekitar 1800-an, Weimar menjadi pusat kehidupan intelektual Jerman, bahkan Eropa. Di kota ini pula Goethe menorehkan karya emasnya, termasuk karya termasyhurnya versi final ”Faust”.Weimar juga menjadi rumah bagi filsuf Friederich von Schiller (1787-1789 serta 1799-1805). Di sini Schiller menulis berbagai karya, di antaranya ”William Tell”.Kini Rumah Goethe (Goethe Wohnhaus) dan Kebun Goethe (Goethe Gartenhaus) menjadi salah satu museum yang menarik. Bangunan bergaya barok itu menjadi salah satu tujuan wisata yang sayang untuk dilewatkan, di samping Museum Nasional Goethe. Demikian pula dengan Rumah Schiller (Schiller Wohnhaus) yang terletak tak jauh dari sana. Sebagai kota kecil yang asri, jantung kota Weimar penuh dengan bangunan-bangunan tua yang tertata apik. Arsitektur gaya Rococco dan Barok kian mempercantik kota ini.
Di tengah kota ini pula, Anda dapat menikmati keindahan taman serta kafe-kafe dengan bangku-bangku di pinggir jalan yang menebarkan aroma kopi sedap menggoda. Maklum di sana tidak ada polusi dan wilayah ini menjadi tempat pejalan kaki (pedestrian) sehingga tak ada kendaraan berlalu-lalang. Be
lanja tentu tak masalah. Weimar terkenal dengan keindahan porselennya. Terutama di Schillerstrasse Anda bisa mendapati porselen-porselen cantik ini. Sebagai kota kelahiran para intelektual, beberapa toko buku terdapat di pusat kota ini. Tidak ketinggalan berbagai toko cenderamata yang menjual berbagai pernik menarik bernuansa Goethe maupun Schiller. Salah satu cenderamata khas kota Weimar adalah tanaman Ginko Billoba. Mulai dari bijinya sampai berbagai souvenir daun berbentuk mirip jantung hati itu dijual di sana. Tanaman ini dipercaya sebagai pemberi pengharapan, di samping diyakini menguatkan ingatan dan daya konsentrasi. Weimar juga memiliki Theater Nasional Jerman yang memainkan karya-karya Goethe, dan Johann Sebastian Bach. A
nda yang menyukai musik klasik tentu dapat memanjakan telinga dengan karya-karya komponis besar dunia. Satu lagi jangan lewatkan Istana Musim Panas Schloss Belvedere. Dengan gaya Rococco, keelokan bangunan istana ini dapat dinikmati sepanjang musim panas. Biasanya orang tak akan melewatkan bekas Kamp Konsentrasi Buchenwald yang jauhnya kira-kira hanya 30 menit dari pusat kota Weimar. Kendati demikian, tentu Anda harus cukup kuat mental untuk menanggung perasaan mencekam bekas kamp konsentrasi itu.
www.htwk-leipzig.deRumah penyair terkemuka Jerman Goethe dijadikan museum di kota Weimar, Jerman.

Memang dalam kurun waktu itu, sekitar 1800-an, Weimar menjadi pusat kehidupan intelektual Jerman, bahkan Eropa. Di kota ini pula Goethe menorehkan karya emasnya, termasuk karya termasyhurnya versi final ”Faust”.Weimar juga menjadi rumah bagi filsuf Friederich von Schiller (1787-1789 serta 1799-1805). Di sini Schiller menulis berbagai karya, di antaranya ”William Tell”.Kini Rumah Goethe (Goethe Wohnhaus) dan Kebun Goethe (Goethe Gartenhaus) menjadi salah satu museum yang menarik. Bangunan bergaya barok itu menjadi salah satu tujuan wisata yang sayang untuk dilewatkan, di samping Museum Nasional Goethe. Demikian pula dengan Rumah Schiller (Schiller Wohnhaus) yang terletak tak jauh dari sana. Sebagai kota kecil yang asri, jantung kota Weimar penuh dengan bangunan-bangunan tua yang tertata apik. Arsitektur gaya Rococco dan Barok kian mempercantik kota ini.
Di tengah kota ini pula, Anda dapat menikmati keindahan taman serta kafe-kafe dengan bangku-bangku di pinggir jalan yang menebarkan aroma kopi sedap menggoda. Maklum di sana tidak ada polusi dan wilayah ini menjadi tempat pejalan kaki (pedestrian) sehingga tak ada kendaraan berlalu-lalang. Be
lanja tentu tak masalah. Weimar terkenal dengan keindahan porselennya. Terutama di Schillerstrasse Anda bisa mendapati porselen-porselen cantik ini. Sebagai kota kelahiran para intelektual, beberapa toko buku terdapat di pusat kota ini. Tidak ketinggalan berbagai toko cenderamata yang menjual berbagai pernik menarik bernuansa Goethe maupun Schiller. Salah satu cenderamata khas kota Weimar adalah tanaman Ginko Billoba. Mulai dari bijinya sampai berbagai souvenir daun berbentuk mirip jantung hati itu dijual di sana. Tanaman ini dipercaya sebagai pemberi pengharapan, di samping diyakini menguatkan ingatan dan daya konsentrasi. Weimar juga memiliki Theater Nasional Jerman yang memainkan karya-karya Goethe, dan Johann Sebastian Bach. A
nda yang menyukai musik klasik tentu dapat memanjakan telinga dengan karya-karya komponis besar dunia. Satu lagi jangan lewatkan Istana Musim Panas Schloss Belvedere. Dengan gaya Rococco, keelokan bangunan istana ini dapat dinikmati sepanjang musim panas. Biasanya orang tak akan melewatkan bekas Kamp Konsentrasi Buchenwald yang jauhnya kira-kira hanya 30 menit dari pusat kota Weimar. Kendati demikian, tentu Anda harus cukup kuat mental untuk menanggung perasaan mencekam bekas kamp konsentrasi itu.Sumber: Sinar Harapan


0 Comments:
Post a Comment